Apakah Twerking Itu Haram? Memahami Hukumnya dari Sudut Pandang Islam
Twerking adalah salah satu jenis tarian modern yang sangat populer, terutama di media sosial. Gerakannya yang berfokus pada goyangan pinggul dan bokong sering dianggap menarik, energik, dan menghibur. Namun di sisi lain, banyak umat Islam yang bertanya-tanya: apakah twerking itu haram?
Pertanyaan ini wajar muncul karena Islam adalah agama yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara berpakaian, berperilaku, dan berekspresi. Dalam artikel ini kita akan membahas twerking dari sudut pandang agama, etika, serta norma sosial agar mendapatkan pemahaman yang lebih jernih.
Apa Itu Twerking?
Sebelum membahas hukumnya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan twerking.
Twerking adalah tarian yang menonjolkan gerakan menggoyangkan pinggul dan bokong secara ritmis mengikuti irama musik. Tarian ini sering dilakukan dengan posisi tubuh membungkuk atau setengah jongkok. Di era digital, twerking banyak dipopulerkan melalui video musik, TikTok, Instagram, dan berbagai platform hiburan lainnya.
Bagi sebagian orang, twerking hanyalah bentuk ekspresi seni dan hiburan. Namun bagi sebagian lainnya, tarian ini dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan norma kesopanan, terutama dalam budaya Timur dan ajaran Islam.
Prinsip Umum Islam Tentang Hiburan dan Tarian
Islam pada dasarnya tidak melarang hiburan atau seni selama dilakukan dalam batas-batas yang diperbolehkan syariat. Menari, bernyanyi, dan bersenang-senang hukumnya bisa menjadi mubah (boleh) selama tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama.
Beberapa prinsip penting dalam Islam terkait hiburan antara lain:
- Tidak menampilkan aurat
- Tidak menimbulkan syahwat atau fitnah
- Tidak dilakukan di lingkungan yang bercampur baur secara bebas antara laki-laki dan perempuan
- Tidak melalaikan kewajiban seperti shalat
- Tidak mengandung unsur maksiat
Dengan prinsip ini, setiap bentuk hiburan, termasuk tarian, harus dinilai berdasarkan dampak dan cara pelaksanaannya.
Mengapa Twerking Sering Dianggap Bermasalah?
Twerking identik dengan gerakan tubuh yang sangat menonjolkan area sensitif seperti pinggul dan bokong. Dalam banyak kasus, tarian ini dilakukan dengan pakaian yang ketat atau terbuka sehingga memperlihatkan lekuk tubuh secara jelas.
Dari sudut pandang Islam, hal ini bisa menjadi masalah karena beberapa alasan:
- Gerakannya cenderung sensual
- Berpotensi menimbulkan syahwat bagi yang melihat
- Sering dipertontonkan di depan umum
- Tidak sejalan dengan konsep menjaga kehormatan diri
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga pandangan dan kehormatan, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Karena itu, segala sesuatu yang berpotensi mengundang nafsu atau menimbulkan fitnah sebaiknya dihindari.
Apakah Twerking Secara Otomatis Haram?
Untuk menjawab apakah twerking itu haram atau tidak, perlu dilihat dari beberapa sudut:
1. Dari Segi Gerakan
Gerakan twerking sendiri secara umum bersifat sensual dan menonjolkan bagian tubuh tertentu. Jika dilakukan di depan umum atau ditonton oleh lawan jenis yang bukan mahram, maka hal ini jelas bertentangan dengan prinsip kesopanan dalam Islam.
2. Dari Segi Pakaian
Jika twerking dilakukan dengan pakaian yang membuka aurat atau memperlihatkan lekuk tubuh secara berlebihan, maka hukumnya menjadi haram karena melanggar aturan menutup aurat.
3. Dari Segi Tempat dan Penonton
Jika twerking dilakukan di tempat umum, diunggah ke media sosial, atau dipertontonkan kepada banyak orang, maka risikonya lebih besar menimbulkan fitnah dan kemaksiatan.
4. Dari Segi Niat
Niat juga sangat berpengaruh. Jika tujuannya untuk menarik perhatian lawan jenis atau mencari sensasi, maka hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Berdasarkan pertimbangan di atas, mayoritas ulama berpendapat bahwa twerking yang dilakukan di depan umum, dengan gerakan sensual, dan bertujuan untuk dipertontonkan, lebih dekat kepada perbuatan yang haram.
Kapan Twerking Bisa Menjadi Tidak Haram?
Meskipun demikian, ada kondisi tertentu di mana menari pada dasarnya masih diperbolehkan dalam Islam, misalnya:
- Dilakukan secara pribadi
- Tidak ditonton oleh orang yang bukan mahram
- Tidak disertai pakaian terbuka
- Tidak bertujuan menggoda atau menimbulkan syahwat
- Hanya sebagai bentuk olahraga atau hiburan pribadi
Misalnya, seseorang melakukan gerakan mirip twerking sendirian di rumah sebagai bagian dari olahraga atau latihan kebugaran tanpa direkam dan dipertontonkan, maka hal itu lebih bersifat aktivitas fisik biasa.
Namun begitu, karena karakter gerakan twerking yang identik dengan kesan sensual, banyak ulama tetap menyarankan untuk menghindarinya dan memilih jenis tarian atau olahraga lain yang lebih aman dari syubhat.
Etika Bermedia Sosial dalam Islam
Salah satu alasan mengapa twerking sering dipermasalahkan adalah karena banyak dilakukan dan disebarkan melalui media sosial.
Dalam Islam, apa pun yang kita unggah di internet akan menjadi tanggung jawab kita. Jika seseorang mengunggah video twerking lalu ditonton banyak orang dan menimbulkan pikiran negatif, maka ia ikut menanggung dosa dari dampak tersebut.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk sangat berhati-hati dalam membuat dan membagikan konten, terutama yang berkaitan dengan tubuh dan gerakan yang bisa mengundang syahwat.
Alternatif yang Lebih Aman
Bagi kamu yang menyukai dunia tari atau ingin berolahraga melalui gerakan tubuh, masih banyak alternatif lain yang lebih aman dan sesuai syariat, seperti:
- Senam aerobik
- Zumba tanpa gerakan sensual
- Tari tradisional
- Olahraga kebugaran
- Yoga atau pilates
Pilihan-pilihan tersebut tetap bisa membuat tubuh sehat dan bugar tanpa harus menimbulkan kontroversi dari sisi agama.
Inti dari Ajaran Islam
Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menjaga kehormatan diri, baik dalam berpakaian maupun bertingkah laku. Apa pun aktivitasnya, termasuk menari, sebaiknya tetap berada dalam koridor:
- Kesopanan
- Menjaga aurat
- Tidak mengundang fitnah
- Tidak melalaikan kewajiban
Jika sebuah aktivitas lebih banyak mendatangkan mudarat daripada manfaat, maka meninggalkannya adalah pilihan yang lebih bijak.
Kesimpulan
Lalu, apakah twerking itu haram?
Secara umum, twerking yang dilakukan di depan umum, dipertontonkan, atau diunggah ke media sosial dengan gerakan sensual dan pakaian terbuka dapat dihukumi haram karena bertentangan dengan prinsip menjaga aurat dan menghindari fitnah dalam Islam.
Namun jika dilakukan secara pribadi, tanpa ditonton orang lain, dan tidak melanggar batasan syariat, maka hukumnya bisa berbeda tergantung niat dan konteksnya.
Sebagai seorang Muslim, yang terpenting adalah selalu mempertimbangkan apakah suatu perbuatan mendekatkan kita kepada kebaikan atau justru sebaliknya. Jika ragu, maka sikap terbaik adalah menghindari hal-hal yang berpotensi menjerumuskan pada dosa.
Semoga artikel ini dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang hukum twerking dalam Islam. Bijaklah dalam memilih hiburan dan selalu utamakan nilai-nilai agama dalam setiap aktivitas kita.