Manfaat Buah Kurma Yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Kurma selama ini identik dengan bulan Ramadan, takjil, atau makanan manis yang dimakan setelah berbuka. Padahal, buah kecil berwarna cokelat ini ternyata punya cerita yang cukup menarik kalau dilihat dari sisi penelitian. Bukan cuma soal kandungan gula alami dan energi, kurma juga menyimpan serat serta berbagai senyawa tumbuhan seperti polifenol yang punya aktivitas antioksidan. Jadi, kalau selama ini kita menganggap kurma cuma “camilan manis”, ternyata buah ini punya beberapa sisi lain yang cukup menarik untuk dibahas.
5 Manfaat Buah Kurma Yang Jarang Diketahui Banyak Orang:
1. Membantu menjaga kesehatan pencernaan. Kurma mengandung serat yang dapat membantu pergerakan usus. Menariknya, sebuah penelitian pada manusia yang melibatkan 22 orang sehat menemukan bahwa konsumsi sekitar tujuh buah kurma selama tiga minggu meningkatkan frekuensi buang air besar dan menurunkan kadar amonia dalam tinja. Jadi, manfaat kurma ternyata bukan sekadar “bikin kenyang”, tetapi juga berkaitan dengan kondisi saluran pencernaan.
2. Memiliki senyawa antioksidan yang cukup kuat. Kurma mengandung berbagai senyawa fenolik dan polifenol. Sebuah tinjauan sistematis terhadap 22 penelitian menemukan bahwa kandungan fenolik pada kurma berkontribusi terhadap aktivitas antioksidannya. Senyawa seperti ini menarik karena dapat membantu tubuh menghadapi stres oksidatif, meskipun bukan berarti kurma bisa dianggap sebagai obat penyakit tertentu.
3. Tidak selalu menyebabkan lonjakan gula darah seperti yang dibayangkan. Karena rasanya sangat manis, banyak orang mengira kurma otomatis memiliki efek yang sama seperti makanan tinggi gula tambahan. Padahal, penelitian terhadap beberapa varietas kurma menemukan indeks glikemiknya berada pada kategori rendah, meskipun nilainya bisa berbeda tergantung jenis kurmanya. Penelitian lain pada penderita diabetes tipe 2 juga menunjukkan konsumsi kurma dalam jumlah yang diteliti tidak memperburuk kontrol gula darah.
4. Berpotensi mendukung kesehatan usus. Ini salah satu bagian yang cukup unik. Kurma membawa kombinasi serat dan polifenol yang dapat berinteraksi dengan lingkungan di dalam usus. Penelitian manusia menunjukkan konsumsi kurma dapat meningkatkan frekuensi buang air besar serta menurunkan beberapa indikator yang berkaitan dengan kondisi usus. Namun, penelitian terbaru tentang mikrobiota masih banyak dilakukan pada hewan, sehingga manfaat spesifik terhadap “bakteri baik” pada manusia belum boleh dibesar-besarkan.
5. Menarik dalam penelitian mengenai persalinan. Ini mungkin manfaat yang paling jarang diketahui. Sejumlah penelitian pada ibu hamil menemukan bahwa konsumsi kurma menjelang persalinan berhubungan dengan beberapa hasil persalinan yang lebih baik, termasuk berkurangnya kebutuhan terhadap augmentasi persalinan. Meta-analisis juga menemukan adanya pengaruh terhadap durasi tahap pertama persalinan dan pembukaan serviks. Namun, hasil penelitian belum berarti kurma bisa menjamin persalinan lebih cepat atau menggantikan tindakan medis.
Fakta menarik lainnya, kandungan dan manfaat kurma ternyata tidak selalu sama antara satu jenis dengan jenis lainnya. Varietas, tingkat kematangan, cara pengolahan, bahkan metode penelitian dapat memengaruhi kandungan senyawa di dalamnya. Jadi, jangan heran kalau kurma yang satu terasa jauh lebih manis daripada yang lain dan memiliki karakter nutrisi yang berbeda. Yang juga menarik, penelitian terbaru mulai melihat kurma bukan hanya sebagai sumber energi, tetapi sebagai makanan yang memiliki kombinasi serat dan senyawa bioaktif. Meski begitu, banyak klaim kesehatan tentang kurma masih berasal dari penelitian laboratorium atau hewan, sehingga belum semuanya bisa langsung diterapkan sebagai manfaat kesehatan pada manusia.
Pada akhirnya, kurma memang lebih dari sekadar buah manis untuk berbuka. Kandungan serat, mineral, dan senyawa bioaktifnya membuat buah ini cukup menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari. Tapi tetap saja, kuncinya ada pada jumlah dan pola makan secara keseluruhan. Kurma bisa jadi pilihan camilan yang menarik, bukan “makanan ajaib” yang bisa menggantikan pola hidup sehat.